Cerita Seks Remaja Baru : Nonton DVD Bareng Shinta (Penjual BOKEP)

Cerita Seks Remaja : Malam itu aku sedang suntuk di tempat kosku. Aku perlu refreshing setelah mengerjakan salah satu proyek pesanan klienku. Kutelpon Monika untuk kuajak nonton, tetapi ternyata dia bilang sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya yang sudah akan deadline.

Cerita Seks Remaja : Akhirnya kuputuskan saja untuk beli DVD sekalian makanan untuk makan malam nanti. Di dekat tempat kosku, memang terdapat penjual DVD bajakan. 

Cerita Seks Remaja : Sudah sering aku beli DVD di tempat itu, malahan aku sudah kenal cukup dekat dengan penjualnya. Kadang saat aku beli DVD, uang kembaliannya aku kasih ke dia. Umurnya sekitar 25 tahunan dan berbodi seksi. Namanya Sinta, dan orangnya memang agak genit. Kalau dilihat sekilas, ada miripnya dengan Della Puspita. Nggak mirip banget sih, tapi lumayan cantik. Hanya bodinya jauh lebih seksi jika dibandingkan aktris sinetron itu.

Cerita Seks Remaja : “Hai..mbak. Ada film baru nggak ?” tanyaku setelah sampai di tempatnya berjualan.

“Ada Wan..Nih pilih aja sendiri” katanya sambil menyodorkan setumpuk DVD.

Kulihat DVD tersebut satu persatu. Ada beberapa yang menarik, seperti ”The Terminal“nya Tom Hanks dan “Collateral” nya Tom Cruise.

“Mbak dicoba dulu dong” kataku sambil menyerahkan kedua DVD itu padanya.

Mbak Sintapun kemudian mencoba DVD itu di playernya. Kuperhatikan malam itu dia tampak seksi sekali, dengan T-shirt ketat yang menonjolkan keindahan payudaranya. Tubuhnya tampak padat berisi, dengan rok mini dari bahan jeans yang semakin menambah keseksiannya.

“Ya udah deh..saya ambil mbak”

“Sedang sendirian nih Wan? Nggak pergi sama pacar ?” tanyanya.

“Iya mbak. Sedang suntuk nih, mangkanya saya beli DVD” sahutku.

“Mau yang lebih seru nggak ?” tanyanya lagi sambil tersenyum genit.

“Boleh.” jawabku. Diapun lalu mengambil bungkusan plastik hitam dari balik lacinya, dan menyerahkannya padaku. Kulihat isinya, ternyata DVD porno.

“Wah..kalau beli ini nontonnya nggak bisa sendirian nih” pancingku.

“Emang perlu mbak temenin ?” godanya.

“Siapa takut..bener nih ?” tanyaku. Aku senang sekali mendengarnya. Aku merasakan penisku sudah mulai tegang membayangkan nikmatnya tubuh mbak Sinta.

“Tapi nanti ya Wan..Satu jam lagi aku off. Jemput aja aku nanti”

Akhirnya setelah janjian dan membayar DVD yang kuambil, 2 DVD biasa dan satu DVD porno, akupun pergi dahulu untuk makan malam sambil menunggu mbak Sinta pulang. Aku pergi ke restoran fast food yang berada tak jauh dari tempat penjualan DVD itu. Tak sabar aku menunggu satu jam lagi..

Singkat cerita, mbak Sinta telah berada dalam mobilku. Akupun memacu mobil kembali ke tempat kosku.

“Ih..kok ngebut sih Wan ? Udah pengen ya ?” godanya genit.

“Iya nih mbak..Wawan udah pengen diajarin mbak” sahutku asal.

“Ah..pasti kau udah pinter kan..” jawabnya sambil menyilangkan kakinya. Paha mulusnya makin menambah gairahku.

“Kamu kalau main kuat berapa lama Wan ? Jangan cepet lho.. puasin mbak dulu ya ?” tanyanya lagi genit.

“Iya pasti mbak puas deh..”

“Habis tunangan mbak kalau main cepet banget. ” katanya lagi.

“Pantas jadi genit begini” pikirku.

Sesampainya di tempat kosku, aku langsung masuk ke kamarku bersama mbak Sinta. Memang di tempat kosku ini, kamarku agak terpencil. Terlebih memang bebas saja membawa siapapun masuk ke tempat kosku ini.

Kunyalakan AC dan TVku. Segera kupilih DVD porno yang berjudul “Sporty Babes 2″ dan kunyalakan DVD playerku. Akupun kemudian beranjak menuju ranjang dimana mbak Sinta telah menunggu.

Kami kemudian menikmati tontonan seru itu. Di layar TV tampak seorang gadis bule cantik sedang disetubuhi di tempat permainan bowling. Desahan suara gadis itu begitu menggairahkan. Tampak lawan mainnya sangat menikmati keindahan tubuh gadis itu saat menyetubuhi sambil menghisapi payudaranya.

Nafas mbak Sinta sudah memberat di sebelahku. Tangannya mulai meremasi tanganku. Kupalingkan wajahku menatapnya, dan mbak Sinta langsung melumat bibirku. Diciuminya aku dengan penuh gairah. Lidahnya mulai menerobos masuk ke dalam rongga mulutku, yang kemudian kuhisap gemas.

Tangankupun mulai meremasi payudaranya yang kenyal dari balik T-shirtnya yang ketat.

“Sebentar..Mbak buka dulu ya ” katanya sambil melepaskan T-shirt putih yang dipakainya.

Tampaklah sudah payudaranya yang besar dibungkus BH berwarna krem. Puting payudaranya tampak menonjol di balik kain BH nya itu.

“Ayo kamu yang buka BHnya Wan” ujarnya menggoda.

Tanganku langsung membuka kaitan BH di punggungnya. Lalu kuturunkan tali penyangga dari pundaknya, dan terpampanglah payudara mbak Sinta di depanku. Payudara yang ranum dan besar, dengan putingnya yang menonjol menantang. Kuusap-usap dan kupilin perlahan puting payudara mbak Sinta yang manis ini, sambil kemudian kuciumi lagi bibirnya.

“Ayo Wan, tunggu apa lagi. Isap susu mbak dong” pintanya . Sambil berkata demikian, tangan mbak Sinta agak menekan kepalaku ke bawah menuju dadanya. Tanpa menunda waktu lagi kujilati seluruh permukaan payudaranya.

“Ohh..” lenguh mbak Sinta ketika lidahku mengenai putingnya yang telah menonjol keras. Erangannya semakin menjadi ketika kuhisap putingnya sambil sesekali kugigit perlahan. Sementara aku menghisapi payudaranya yang sebelah kiri, tanganku mempermainkan payudara yang sebelahnya. Tangan mbak Sinta mengusap-usap rambutku sambil terus mengerang nikmat.

“Iya Wan..bener gitu..aduh..enak…oh…” erang mbak Sinta sambil meliuk-liukan badannya. Akupun semakin bernafsu menghisapi dan menjilati payudaranya yang kenyal itu. Kulirik layar TV, dan di layar terpampang adegan dimana seorang gadis bule berambut pirang sedang dijilati vaginanya di atas sebuah meja billiard. Erangan gadis tersebut dari suara TV bercampur dengan suara lenguhan mbak Sinta yang sedang kulahap payudaranya.

“Ayo Wan..mbak ajari seperti itu” ujarnya sambil menarik rambutku dan menunjuk ke layar TV. Kemudian didorongnya pundakku menuju ke arah bawah.

“Cepet buka celana mbak” katanya lagi. Akupun kemudian mengangkat rok jeans mininya dan tampaklah celana dalam

warna krem berenda yang dipakainya. Kubuka celana dalam itu, dan tampaklah liang kewanitaannya dengan rambut yang tercukur rapi.

Tangan mbak Sinta mengelus-elus kemaluannya sendiri, sambil matanya menatapku genit.

“Ayo Wan. Mbak pengen ngerasain jilatanmu disini” katanya lagi sambil tangannya masih sibuk mengusap-usap vaginanya.

Cerita Seks Remaja : Kudekatkan kepalaku ke liang kewanitaannya, dan kujulurkan lidahku. Perlahan kujilati vaginanya. Tubuh mbak Sinta menggelinjang hebat kala itu, sambil mulutnya mengerang dan meracau nikmat.

“Ohh..Wan..ya..jilati terus Wan..enak…ohh..”. Sambil melenguh, tangannya menekan kepalaku ke selangkangannya, dan akupun dengan penuh gairah menikmati liang vagina mbak cantik ini. Erangannya semakin keras dan tubuhnya meliuk-liuk liar ketika aku menghisapi klitorisnya.

“Terus Wan..oh…oh….” sambil mengerang mbak Sinta meremas-remasi payudaranya sendiri.

“Ayo Wan, kamu tidur di sini” katanya sambil bangkit dari ranjang.

“Mbak ajari posisi yang lebih enak”

Akupun patuh dan tidur terlentang di ranjang. Sementara kulihat sekilas di TV, si gadis bule cantik sedang disetubuhi secara doggy style di atas meja billiard. Erangan suara dari TV menambah erotis suasana di dalam kamarku.

Mbak Sinta kemudian naik ke atas wajahku. Diturunkannya tubuhnya, sehingga liang kewanitaannya tepat berada di atas mulutku. Kujulurkan lidah, dan mbak Sinta kemudian menggoyang-goyangkan pantatnya di atas wajahku. Erangan mbak Sinta kembali bersaing dengan erangan dari DVD porno di TV.

“Oh..oh…” erang mbak Sinta sambil pantatnya terus bergoyang-goyang mencari kepuasan. Kujilat dan kuciumi dengan penuh gairah vagina mbak manis ini. Tangan mbak Sinta memegang pinggiran ranjang di atas kepalaku, sementara tubuhnya terus bergoyang mencari kepuasan birahi.

Beberapa lama kemudian, goyangan pantat mbak Sinta semakin menjadi.

“Oh..Wan..Mbak hampir sampai…ohhhhhh..” lenguhnya panjang. Tubuhnya menegang, dan saat itu banyak cairan nikmat keluar dari vaginanya. Kuhisap habis cairan kewanitaan itu, dan tak lama mbak Sintapun menjatuhkan tubuhnya di sebelahku.

“Kamu hebat Wan..dengan mas Joko belum pernah aku orgasme seperti tadi” katanya sambil tangannya mengusap-usap dadaku.

“Mbak istirahat sebentar ya” katanya lagi. Sebenarnya nafsuku sudah memuncak, tetapi aku tak mau memaksa mbak seksi ini untuk melayaniku saat itu juga. Kamipun lalu kembali menonton DVD porno yang masih terpampang di layar TV.

Di layar tampak sekarang seorang gadis bule berambut pirang sedang bermain tenis dengan seorang pria. Setelah bermain, mereka beristirahat dan mulai bercumbu. Si gadis bule tersebut lalu membuka celana si pria dan tampak terkejut melihat ukuran penisnya yang besar.

“Oh. my god..I love it..so big” desah si gadis sebelum memasukkan penis itu ke dalam mulutnya. Tampak gairah mbak Sinta kembali bangkit melihat adegan itu.

“Punyamu besar begitu nggak Wan?” tanyanya sambil tangannya mulai merabai kemaluanku.

“Lumayan deh mbak. Memang mbak suka yang besar ya ?”

“Iya. Semakin besar mbak semakin suka” jawabnya genit.

“Ya udah mbak lihat aja sendiri” kataku. Mbak Sinta tersenyum dan mulai membuka celana panjangku.

“Ih..besar juga punyamu Wan. Sampai celananya nggak cukup tuh”

Memang karena nafsuku sudah memuncak, kepala penisku tampak mencuat keluar tak tertampung celana dalamku.

Mbak Sinta tak sabar membuka celana dalamku. Tangannya kemudian mengocok perlahan senjata kelelakianku itu.

“Ih..keras banget..mbak suka kontol yang kayak gini. Besar dan keras. Pasti cewek kamu puas ya .” katanya lirih. Wajah mbak Sinta kemudian mendekati selangkanganku. Hembusan nafasnya terasa hangat di kulit kemaluanku ketika dia mengamati penisku dengan pandangan gemas.

Rasa nikmat yang luar biasa menjalar tubuhku ketika lidah mbak Sinta yang cantik ini mulai menari di kepala penisku. Dijilatinya kepala penisku berikut batangnya. Setelah itu dengan rakus dikulumnya batang kemaluanku. Srrpp..srppp..bunyi itu yang terdengar ketika mbak Sinta memaju-mundurkan kepalanya menghisapi penisku.

“Ahhh..kontolmu enak Wan..mbak suka…hmmmmmmmmm” desah mbak Sinta ketika dia menghentikan kulumannya untuk menjilati batang kemaluanku. Sesaat kemudian, penisku kembali menyesaki mulutnya yang haus kejantanan lelaki itu.

Sementara mulutnya menikmati kejantananku, tangan mbak Sinta mengelus-elus buah zakarku. Aku tak kuasa lagi untuk menahan erangan nikmatku. Tangankupun meremas-remas rambut mbak Sinta gemas. Mbak Sinta semakin cepat menghisapi penisku. Kadang mulutnya dimiringkan, sehingga penisku membuat pipinya tampak menggelembung. Tangannyapun semakin cepat mengocok batang kemaluanku. Kemudian dikeluarkannya penisku dari mulutnya, dan kembali dijilatinya seluruh permukaan penisku sambil tangannya mengurut-urut buah zakarku.

“Keluarin dimulut mbak Wan..mbak pengen minum spermamu..” katanya dengan nada memerintah.

Aku tentu tak menolak perintahnya. Memang aku sudah tidak tahan lagi. Sambil mengerang nikmat, akupun mengalami ejakulasi. Saat itu, mbak Sinta malah kembali mengulumi kemaluanku, sehingga spermakupun masuk ke dalam mulutnya. Mbak Sinta kemudian menjilati kemaluanku sampai bersih.

“Enak Wan..” tanyanya sambil menjilati spermaku di sudut bibirnya.

“Enak mbak..” jawabku lemas.

Kamipun lalu kembali beristirahat sambil menonton tayangan DVD. Kali ini dilayar tampak seorang gadis ABG bule berambut coklat sedang belajar memancing. Tak lama gadis itu sudah bercumbu dengan pelatihnya. Si gadis ABG menaiki tubuh lawan mainnya, dan mulai memompa tubuhnya naik turun. Sementara si aktor, seorang lelaki setengah baya, meremasi payudara gadis tersebut yang bergelantungan indah. Adegan persetubuhan lalu dilanjutkan dengan gaya doggy style. Tak lama kamipun kembali terangsang.

“Wan..mbak pengen seperti itu. Mbak pengen ngerasain ngentotin kontolmu. Pasti lebih enak daripada punyanya mas Joko” katanya sambil merabai kemaluanku dan mulai menciumi bibirku. Mbak Sinta melepaskan rok mininya yang masih tersisa, lalu menaiki tubuhku dan mengarahkan kemaluanku pada lubang kewanitaannya.

“Ohhh….” desahnya saat penisku mulai menerobos liang vaginanya. Diapun mulai memompa kemaluanku naik turun. Terkadang diapun mengoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan.

Suara deritan ranjang, erangan mbak Sinta, serta erangan suara dari DVD memenuhi kamar kosku. Walaupun AC kamar telah dinyalakan, tetap saja tubuh kamipun berkeringat. Tetesan peluh itu mengalir dari wajah mbak Sinta membasahi payudaranya. Aku segera membuka T-shirt yang masih aku pakai. Sementara itu, mbak Sinta terus bergoyang menikmati kejantananku. Tanganku tak ketinggalan meremasi payudaranya yang kenyal. Beberapa menit kami bersetubuh dengan gaya ini.

“Ayo Wan..sekarang mbak pengen dientotin dari belakang” katanya sambil bangkit dari tubuhku. Dia kemudian menungging sambil tangannya memegang ujung ranjang. Akupun segera memasukkan penisku kembali ke dalam vaginanya.

“Ohh..enak Wan…terus Wan..ohhh..yang cepat…ohhh” desah mbak Sinta saat kupompa tubuhnya. Tanganku meremasi payudaranya yang bergoyang menggemaskan. Terkadang kuremas pula pantatnya yang bulat padat menantang. 

“Ayo Wan… mbak hampir sampai..terus wan…oh…ohh…ohhhhh”. Tubuh mbak Sinta kembali mengejang, lalu rebah lemas di atas ranjang.

Kali ini aku tak mau lagi “menggantung”. Kubalikkan badan mbak Sinta dan kuarahkan penisku kembali ke liang vaginanya yang telah licin oleh cairan orgasmenya. Kugenjot tubuh mbak yang seksi ini dengan gaya missionary.

“Eh..eh..” demikian erangan yang keluar dari mulutnya seirama dengan genjotan tubuhku.

“Hisapi putingku mbak” kataku. Mulut mbak Sintapun kemudian menghisapi puting dadaku sementara aku menggenjot tubuhnya. Tak lama akupun tak tahan lagi menahan ejakulasiku yang kedua. Wajah cantik mbak Sinta ditambah dengan erangannya, serta jepitan vaginanya di kelaminku membuatku mencapai puncak.

“Aku sampai mbak..ahhhhhh” jeritku tertahan ketika aku menyemburkan spermaku dalam rahimnya.

Kamipun berbaring lemas di atas ranjang. Puas sekali rasanya menyetubuhi mbak Sinta nan ayu ini. Kunyalakan sebatang rokok untuknya dan satu untukku. Kami kemudian mengobrol dan bercanda sambil tiduran di atas ranjang.

“Wan..anterin aku pulang ya” katanya setelah dia menghabiskan rokoknya.

“Lho..udah malam mbak nanggung. Nginep di sini aja”

“Wah jangan Wan..besok pagi mas Joko mau jemput aku berangkat kerja. Aku juga nggak bawa pakaian ganti” jawabnya.

Cerita Seks Remaja : Akhirnya, aku mengantar dia ke rumahnya. Cuma aku menurunkannya agak sedikit jauh dari rumahnya agar tetangganya tidak curiga. Enak juga nonton DVD bareng mbak Sinta. Mungkin aku akan semakin sering beli DVD nantinya.

Bokep Terbaru ABG Jakarta Disini
readmore »»  

Cerita Sex Remaja - Ngentot Memek ABG SMA Di Toilet Kampus

Aku mahasiswa semester 7 di sebuah universitas di Jakarta Barat. Umurku 21 tahun. Aku tergolong anak yang biasa-biasa saja di lingkungan pergaulan kampus. Dibilang kuper tidak, tapi dibilang anak gaul pun tidak. Aku anak bungsu dari dua bersaudara, berasal dari keluarga kelas menengah atas. Di kampus aku dianggap oleh teman-temanku sebagai anak yang pendiam. Aku agak kesulitan bergaul dengan perempuan, sehingga aku sama sekali tidak memiliki teman perempuan. Entahlah, sepertinya aku mempunyai masalah dalam soal mendekati cewek. Namun ironisnya, aku mempunyai hasrat seks yang tinggi, aku mudah terangsang bila melihat cewek yang bagiku menarik, apalagi memakai pakaian ketat. Jujur saja, bila sudah begitu pikiranku sering mengkhayal ke arah persetubuhan. Bila hasratku sudah tak lagi dapat kutahan, terpaksa aku melakukan onani. Aku memilih itu sebab aku tak tahu lagi harus menyalurkan kemana.

Sifat pendiamku ternyata membuat cewek-cewek di kampusku penasaran, sepertinya mereka ingin tahu lebih banyak tentangku. Cuma mereka harus kecewa sebab aku kesulitan untuk bergaul dengan mereka. Di samping itu teman-temanku bilang aku mempunyai face yang lumayan ganteng (nggak nyombong lo..), kulitku putih, rambuntuku gondrong, dan tinggiku sekitar 170 cm. Bila aku melintas di koridor kampus, aku merasa ada beberapa cewek yang melirikku, tetapi aku berusaha cuek saja, toh aku tak bisa mendekatinya. Namun ada seorang cewek yang diam-diam menyukaiku, hal itu aku ketahui dari sahabatku. Ketika aku minta untuk menunjukkan anaknya, kebetulan penampilannya sesuai degan seleraku. Tinggi tubuhnya sama denganku, rambut panjang, kulit putih bersih, wajah menarik, ukuran toketnya juga pas dengan seleraku, dan badannya padat berisi. Sebut saja namanya Ella (samaran). Sejak itu setiap kali aku melihatnya, aku sering berpikiran edan, yaitu membayangkan bisa bersetubuh dengannya. Sebaliknya bila ia melihatku, sikapnya biasa-biasa saja, walaupun aku tahu sebenarnya dia menyukaiku.

Pada suatu hari yang tak terduga olehku, seolah-olah keinginanku dikabulkan (masa?). Saat kuliah usai pada jam 19.00 sore, selepas keluar ruangan aku hendak untuk mencuci muka, sekedar menyegarkan diri. Aku menuju WC kampus yang kebetulan letaknya agak menyendiri dari "peradaban" kampus. Sampai disana aku mendapati beberapa orang yang juga akan mempergunakan kamar mandi. Selagi menunggu giliran, aku ingin buang air kecil dulu, tapi kamar mandi sedang dipakai. Praktis aku urungkan saja. Begitu tiba giliranku, aku hendak menuju ke arah kran, tiba-tiba dari arah pintu kamar mandi yang tertutup tadi keluarlah seorang cewek yang selama ini kusukai dan dia juga mengincarku. Aku sangat tekejut melihatnya, sikapku hampir salah tingkah, begitu pun dengan dia. Kami saling bertatapan mata dan terdiam beberapa saat. Kemudian dia sedikit tersenyum malu-malu. Kok dia ada disini sih?, Pikirku. Akhirnya aku memberanikan diri untuk memulai percakapan.

"La, ngapain elo masuk ke WC cowok?" tanyaku penuh rasa heran.
"Ehh.. itu.. ehmm.. tempat cewek penuh semua, makanya gue ke sini.."
"Emang yang di lantai bawah juga penuh?", tanyaku.
Padahal dalam hati aku merasa mendapat kesempatan emas.
"Iya. Emang kenapa? Boleh dong sebentar doang.. lagi pula 'kan sekarang udah nggak ada siapa-siapa, ya kan..?", jawab Ella rada genit.
Aku pun tidak mau kalah.
"Tapi kan gue cowok, elo nggak malu?", gantian aku membalasnya.
"Kalo elo, gue emang nggak keberatan kok.., untungnya cuman tinggal elo dong yang ada di sini, daripada yang laen..", jawab Ella.
Denger jawaban kayak gitu, aku malah jadi tambah bengong. Gila.. kayaknya dia emang ngasih kesempatan nih! Pikirku. Tiba-tiba dia menyerobot posisi gue yang dari tadi udah berdiri di samping kran.
"Sorry yah, gue duluan, habis elo bengong aja sih..", katanya.

Rupanya dia juga mau mencuci muka. Selama dia mencuci muka, aku seperti orang bingung. Kadang-kadang aku mencuri pandang ke arah bagian yang terlarang. Posisinya yang sedang membungkuk membuat pantatnya yang berisi menungging ke arah selangkanganku. Ditambah lagi CD-nya yang berwarna krem terlihat olehku. Lama kelamaan aku menjadi terangsang, kontolku mulai tegang tak keruan. Langsung saja di pikiranku membayangkan kontolku kumasukkan ke dalam memeknya dari belakang pada posisi seperti itu. Entah apa yang merasuki pikiranku, aku berniat untuk menyetubuhinya di WC ini, sebab hasratku sudah tak tertahankan. Aku tak peduli dia keberatan atau tidak. Pokoknya aku harus ngentot dengan dia, apapun caranya.

Diam-diam aku berdiri di pintu keluar, mengamati keadaan. Aman pikirku, tak ada seorang pun. Jadi aku bisa leluasa melaksanakan niat bejatku. Saat dia menuju pintu keluar, dari jauh aku sudah melihat senyumannya yang merangsang birahiku. Sepertinya dia memang sengaja menarik perhatianku. Tiba-tiba dengan cepat kupalangkan tanganku di depannya, sehingga ia menghentikan langkahnya. Dia melihatku seakan- akan mengerti maksudku.
"Buru-buru amat La, emang elo udah ada kuliah lagi?", tanyaku.
"Enggak kok, gue cuman pengen istirahat di sini aja", jawabnya.

Aku tak menanggapinya, dengan cepat aku segera menutup dan mengunci pintu dari dalam. Melihat sikapku, Ella mulai menatapku dalam-dalam. Dengan perlahan kudekati dia. Kutatap kedua matanya yang indah. Dia mulai bereaksi, perlahan dia juga mulai mendekatiku, sehingga wajah kami berdekatan. Aku mulai merasa bahwa dia juga merasakan hal yang sama denganku. Nafasnya juga semakin memburu, seolah-olah dia mengerti permainan yang akan kulakukan. Mulutnya mulai terbuka seperti akan mengatakan sesuatu, namun dia keburu mengecupku dengan lembut. Perasaanku saat itu tak menentu, sebab baru kali inilah aku dicium oleh seorang cewek. Dengan spontan aku pun membalasnya dengan mesra. Aneh, walaupun aku belum pernah melakukannya, otomatis aku tahu apa yang harus mesti kulakukan. Apalagi aku juga sering melihat di film BF.

Kami saling bermain lidah cukup lama, sampai kami kesulitan bernafas. Kedua bibir kami berpagut sangat erat. Desahan Ella membuatku semakin hot menciumnya. Aku mulai menggerakkan tanganku menuju ke pantatnya, kuraba dengan lembut, dan dengan gemas kuremas pantatnya. Kemudian aku mencoba untuk mengusap bagian memeknya. Kugosok-gosok sampai dia mengerang kenikmatan. Aku panik kalau erangannya terdengar ke luar. Setelah kuberi tahu dia mengerti dan mengecup bibirku sekali lagi. Usapanku membuat cairan memeknya membasahi celananya. Karena dia memakai celana bahan, maka cairannya juga membasahi tanganku.
"Ssshhtt.. gilaa.. enak banget.. ehmm..", desah Ella.

Aku melepaskan ciumanku dan berpindah menciumi lehernya yang putih mulus. Lehernya yang harum membuatku makin gencar menciumi lehernya. Mata Ella terlihat mendelik dan menengadahkan mukanya ke atas merasakan kenikmatan. Tangannya mulai berani untuk meremas kontolku yang keras. Enak sekali pijitannya, membuat kontolku semakin berdenyut- denyut.

Aku berhenti menciumi lehernya, aku mulai meraba-raba toketnya yang sudah mengeras. Ella mulai membuka kaosnya, dan memintaku untuk memainkan kedua toketnya. Kuraba-raba dengan lembut, dan sesekali kuremas sedikit. Merasa masih ada penghalang, kubuka BH-nya yang berwarna putih. Benar-benar pemandangan yang sangat indah, toketnya yang berukuran sedang, putih mulus, dan putingnya merah kecoklatan terlihat menantang seperti siap untuk dikemot. Langsung saja aku sedot susunya yang kenyal itu. Ella menggelinjang kenikmatan dan memekik. Aku tak peduli ada orang yang mendengar. Rupanya dia senang menyemprotkan parfum ke dadanya, sehingga terasa lebih nikmat mengulum toket harum. Aku benar-benar menikmati toket Ella dan aku ingin mengemoti toket Ella sampai dia menyerah. Kujilat puting susunya sampai putingnya berdiri tegak. Kulihat Ella seperti sudah di awang-awang, tak sadarkan diri.

Tangan Ella mulai membuka ritsleting celana gue dan berusaha mengeluarkan kontol gue yang sudah keras sekali. Begitu semua terlepas bebaslah kontol gue menggantung di depan mukanya yang sebelumnya dia telah mengambil posisi jongkok. Dia kocok-kocok kontol gue, sepertinya dia sedang mengamati dahulu. Lalu dia mulai mencium sedikit-sedikit. Kemudian dia mencoba membuka mulutnya untuk memasukkan kontolku. Pertama hanya 1/4 nya yang masuk, lama-lama hampir seluruh kontolku masuk ke mulutnya yang seksi, kontolku sama sekali sudah tak terlihat lagi. Lalu dia mulai memaju mundurkan kontolku dalam mulutnya. Sedotan dan hisapannya sungguh luar biasa, seperti di film BF. Aku menahan rasa geli yang amat sangat, sehingga hampir saja aku mengeluarkan maniku di dalam mulutnya. Belum saatnya, pikirku. Aku ingin mengeluarkan maniku di dalam memeknya. Maka aku memberi tanda agar Ella berhenti sebentar. Aku berusaha menenangkan diri sambil mengusap-ngusap toketnya. Setelah rileks sedikit, Ella mulai melanjuntukan permainannya selama kurang lebih 10 menit. Ella sempat menjilat cairan bening yang mulai keluar dari ujung kontolku dan menelannya.

Ella kemudian bangkit untuk melepaskan celana panjangnya, ia juga melepaskan CD-nya yang berwarna krem. Aku mengambil posisi jongkok untuk menjilati memeknya dahulu, agar licin. Kubuka pahanya lebar-lebar. Terlihatlah memek Ella yang sangat bersih, berwarna merah, lipatannya masih kencang, tak tampak sehelai bulu satu pun. Sepertinya Ella memang pandai merawat kewanitaannya. Aku mulai menjulurkan lidahku ke memeknya. Aku sempat berpikir bagaimana kalau di memeknya tercium bau yang tidak sedap. Ah, bodo amat aku sudah bernafsu, aku tahan nafas saja.

Kubuka belahan memeknya. Lalu kujilat bagian dalamnya. Tapi ternyata koq baunya tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Memek Ella tidak berbau kecut, tapi juga tidak berbau harum, bau memek alami. Justru bau yang alami seperti itulah yang membuatku makin bernafsu serasa ingin melumatnya semua ke dalam muluntuku. Aaahh..Ella benar-benar pandai merawat memeknya. Sungguh beruntung aku.

Aku terus menjilat-jilat memeknya yang mulai basah dengan cairannya. Ella terlihat sangat menikmati permainan ini. Matanya sayu, desahannya makin keras seraya menggigit bibir bawahnya.
"Akkhh.. sstt.. uugh.. gilaa.. enak banget..", desah Ella.
Memeknya terasa hangat dan lembut. Betul-betuk memek ternikmat yang kurasakan.

Kumasukkan jari telunjukku ke dalam memeknya sambil mengait-ngaitkan ke dinding memeknya. Tentu saja Ella makin edan reaksinya, membuat semakin kelojotan nggak keruan. Sampai ia menjepitkan kedua belah pahanya hingga kepalaku terjepit di antara sepasang paha yang putih mulus, dan tangannya menjambak rambuntuku sampai aku sendiri merasa kesakitan. Cairan yang keluar dari memeknya sampai meleleh ke pipiku dan kepahanya. Sebagian sempat mengalir ke bibirku. Karena penasaran dengan selama ini yang kutahu, kucicipi cairan itu. Gila! Rasanya enak koq, agak asin. Langsung aja aku hisap sebanyak-banyaknya dari memeknya. Ella sempat risih melihat perbuatanku. Namun aku cuek saja, sebab dia tadi juga melakukan hal yang sama pada kontolku.

Tiba-tiba Ella mendorong kepalaku dari memeknya. Kayaknya dia sudah nggak kuat lagi.
"Masukin dong punya elo, gue udah nggak tahan nich.. ayo dong sayy..", pinta Ella dengan suara mendesah.
Aku sempat tertegun sejenak, sebab sama sekali aku belum pernah melakukannya.
"Ayo cepat dikit dong..", katanya sambil memandangku yang tertegun sejenak.
Dengan bermodal nekat dan pengetahuan dari film BF, gue turutin saja permintaan Ella.

Kuangkat satu kakinya ke atas bak mandi, sehingga posisi memeknya lebih terbuka. Memeknya sudah basah sekali oleh cairan sehingga terlihat mengkilat. Hal itu makin membuatku bernafsu untuk memasukkan kontolku ke memeknya. Kuelus-elus dahulu kepala kontolku ke bibir memeknya. Kudorong kontolku perlahan.. masuk sedikit demi sedkit..

Pantatku terus kudorong, terasa sebagian kepala kontolku sudah masuk ke lobang memek Ella yang sudah basah dan licin tapi terasa sempit banget. Dalam hati aku beruntung juga bisa ngerasain sempitnya memek perawan. Kucoba kugesek dan menekan perlahan sekali lagi. Kontolku sudah masuk setengahnya, namun masih terasa sempit sekali. Tubuh Ella sempat tersentak ketika kontolku sudah masuk seluruhnya.
"Auuwww.. sakitt.. pelann.. sstt..", Ella sedikit menjerit.

Kutarik kontolku keluar, lalu kudorong lagi sekuat tenaga. Aku sengaja membiarkan kontolku menancap di dalamnya beberapa saat agar memek Ella terbiasa menerima kontolku. Kemudian barulah aku memulai gerakan maju mundur. Terasa kontolku bergesekan dengan dinding memek yang bergerinjal-gerinjal. Jadi ini toh yang dinamakan bersetubuh, pikirku dalam hati. Kontolku terasa agak perih dijepit oleh memeknya, tapi tetap kuteruskan, aku tak mau kehilangan kesempatan berharga ini.

Tampaklah pemandangan indah ketika kontolku keluar masuk memek Ella. Kontolku sudah tidak terasa perih lagi, malah sebaliknya, terasa geli ngilu enak. Ella semakin tidak jelas rintihannya, seperti orang menangis, air matanya meleleh keluar. Mulutnya menggigit bibirnya sendiri menahan sakit. Aku sempat kasihan melihatnya. Mungkin aku sudah keterlaluan. Kucoba berbicara padanya sambil kedua pinggul kami menghentak-hentak.

"Ke.. napa.. La.. ehhgg.., elo.. pe.. ngen udahann..?", tanyaku.
"Ja.. ngan dilepas.. terussinn.. aja.. gue.. nggak.. apa.. apa.. kok.. sstt..", kata Ella.

Goyangan pinggul Ella sangat luar biasa, hampir aku dibuat ngecret sekali lagi. Kutarik kontolku keluar dan kudiamkan beberapa saat. Setelah itu aku minta ganti posisi, aku ingin ngentotin dia dari belakang. Ella berpegangan pada pintu kamar mandi, sedangkan pantatnya sudah menungging ke arahku. Dalam posisi itu lipatan memeknya terlihat lebih jelas. Tanpa basa-basi lagi kumasukkan saja kontolku dengan hentakan yang kuat. Kali ini lebih lancar, sebab memeknya sudah terbiasa menerima kontolku.

Kali ini gerakan Ella lebih hot dari sebelumnya, ia mulai memutar- mutar pantatnya. Setiap gerakan pantatnya membuat kontolku sangat geli luar biasa.. kontolku berdenyut-denyut seperti ingin memuntahkan lahar yang panas..aku merasa tak tahan lebih lama lagi. Tapi aku tak ingin mengecewakan Ella, aku pun berusaha mengimbangi permainannya.

Aduhh srr.., ada cairan licin kembali keluar dari kontolku. Cairan itu makin menambah licin dinding memek Ella. Aku benar-benar merasakan kenikmatan persetubuhan ini. Aku makin tenggelam dalam kenikmatan bersetubuh dengan Ella, sungguh aku tak akan melupakannya. Tubuh kami terlihat mengkilat oleh keringat kami berdua. Toket Ella bergoyang-goyang mengikuti irama gerakan kami, membuatku makin gemas untuk meremasnya dan sesekali kukemot sampai ia memjerit kecil. Memek Ella makin berbusa akibat kocokan kontolku.

Aku merasakan sesuatu yang tak tertahankan lagi. Aku makin pasrah ketika kenikmatan ini menjalar dari buah zakar menuju dengan cepat ke arah ujung kontolku. Seluruh tubuhku bergetar hendak menerima pelepasan yang luar biasa.
"Laa.. gue udah mau keluar.. nihh.. Elo.. masih.. lama.. nggak..?", rintihku.
"Sa.. bar.. se.. bentarr.. sayaangg.. sama.. samaa.. gue.. juga.. hampir.. keluarr.. oohh.. ahhgghh..", pantatnya menekan kontolku dengan kuat.
Mukanya berusaha menengok ke arahku berusaha mengulum bibirku. Kudekatkan bibirku agar dia bisa mengulumnya.

Bersamaan dengan itu..
"Aaahh.."
Kontolku menyemprotkan air mani ke dalam lobang memeknya berkali-kali. Sampai cairan putih itu meleleh ke pahanya dan sempat menetes ke lantai. Tak kusangka banyak sekali spermaku yang berlumuran di memeknya. Ella berjongkok memegang kontolku. Lalu ia menjilat dan mengulum kontolku yang masih berlumuran sperma. Dia menelan semua spermaku sampai kepala kontolku bersih mengkilat. Dia kelihatan tersenyum bangga.

Ella kembali berdiri memandangi penuh kepuasan. Tubuh Ella terjatuh lemas membebani tubuhku, badannya bergetar merasakan orgasme. Ella memandangku tersenyum, disertai dengan nafas yang masih terengah-engah. Kami pun berpelukan dalam tubuh penuh keringat dengan alat kelamin kami masih saling menyatu. Bibir kami saling mengecup dengan mesra, sambil memainkan bagian-bagian sensitif.

Kami membersihkan diri bersama sebelum beranjak keluar WC. Selama kami mandi kami saling mengutarakan sesuatu hal. Iseng-iseng aku bertanya mengapa dia mau menerima perlakuanku barusan.Ternyata Ella mengatakan bahwa selama ini dia sudah lama menyukaiku, namun ia tidak berani mengutarakannya, sebab malu sama teman-temannya. Aku sempat tertegun mendengarnya. Kemudian aku juga mengatakan bahwa aku juga suka padanya. Seakan dia tak percaya, tetapi setelah kejadian tadi kami menjadi saling menyayangi. Kami kembali berpelukan dengan mesra sambil saling mengecup bibir.

Aku sempat khawatir kalau Ella hamil, sebab aku mengeluarkan spermaku di dalam memeknya. Aku tidak mau menikah, aku belum siap jadi bapak. Biarlah, kalaupun Ella hamil, aku akan membuat suatu rencana. Lagipula kami melakukannya baru sekali, jadi kemungkinan dia hamil kecil peluangnya.

Selesai mandi aku menyuruh Ella keluar belakangan, aku keluar duluan agar bisa mengamati keadaan. Setelah tidak ada orang satupun, barulah Ella keluar, kemudian kami pergi berlawanan arah dan bertemu kembali di suatu tempat. Sampai saat ini hubunganku dengan Ella masih berjalan baik, cuma kami belum mengulang apa yang kami lakukan di WC dulu.

Beberapa minggu setelah kejadian itu aku mendengar fakta dari teman-temannya bahwa Ella itu sebenarnya cewek yang haus seks. Dia juga telah bersetubuh dengan banyak pria, baik dari kalangan mahasiswa atau om-om. Makanya aku sempat curiga waktu kami bersetubuh dulu, sebab walaupun memeknya masih rapat seperti perawan, namun aku tidak merasakan menyentuh selaput daranya, bahkan aku sama sekali juga tidak melihat darah yang keluar dari lubang memeknya.

SELESAI DEH| BACA YANG LAIN JUGA YA DIJAMIN HOT !!!

Bokep Penjabat & ABG Di hotel  Disini
readmore »»  

Cerita Dewasa Panas Merasakan Kenikmatan Memek Perawan


Cerita Dewasa Panas ini kalo kuinget-inget lagi terjadi pada hari Sabtu, 6 Februari 2010, gw bener-bener bete, gimana ngga. Hari itulah yang jadi cerita ngentot 17 tahun terbaru yang mau gue ceritain. gw harus ketemu klien yang minta ditemui jam 18:00. Padahal ini kan malam minggu dan gw udah punya rencana ama bini mau bikin acara sedikit spesial memperingati 5 tahun pernikahan kami. Mulai dari makan malam diluar sampe kegiatan di atas ranjang udah gw persiapkan semua. Eh…..pas jam makan siang klien gw, Pak Amir minta pengunduran waktu pertemuan dengan gw yang awalnya jam 15:00 menjadi jam 18:00. Sial……gitu umpat gw dalam hati. Gw telpon bini, kasih tau kalo acara spesial bakal gagal karena gw harus ketemu klien tentu saja bini kecewa berat. Yah harus gimana lagi…….klien adalah raja.
Jam menunjukkan tepat 17:50 saat gw melintas dijalan Gubeng, depan RS Siloam Budi Mulia, pikiran gw suntuk, acara gagal….tiba-tiba HP berbunyi, gw lihat dilayar, tertulis Amir…..ada apa lagi nih orang, gumam gw dalam hati. Langsung gw angkat tuh HP, ternyata Pak Amir membatalkan janji pertemuan, dia bilang ada hal mendadak dan dia harus membatalkan janji dengan gw. Huh, sialan tuh orang……..ngerjain gw banget sih, rese……..
Tapi, setelah gw pikir-pikir, mungkin ada baiknya pertemuan ini batal, gw bisa telpon bini dan bilang kalo acara spesial kami bisa dilaksanakan meski agak molor. Langsung gw pencet speed dial HP gw, nada sambung terdengar, tapi setelah bebrapa saat, terputus karena bini gak menjawab telpon gw. Udah gw coba 3x, tapi hasilnya sama. Beberapa saat kemudian bini telpon, trus gw bilang kalo acara mungkin bisa dilanjut, tapi ternyata bini ngga dirumah, setengah jam yang lalu bini dapet telepon dari Om-nya kalo tante Diana (tante bini gw) masuk rumah sakit. Dan bini gw adalah keponakan kesayangan tante Diana. Semenjak masuk rumah sakit, tante terus memanggil-manggil bini gw, jadi bini gw ngga tega dan segera meluncur ke rumah sakit tempat tante Diana dirawat. Hah……..apes dah.
Jengkel dan dongkol tapi juga maklum bercampur jadi satu, gak terasa konsentrasi gw bawa mobil mulai terbagi, antara bete dan bingung, mau ngapain ya, malam minggu begini?
Masuk jalur padat jalan raya Urip Sumoharjo trus lanjut ke pertigaan bekas hotel olympic , mata gw bener-bener gak ngelihat ada seseorang yang tiba-tiba nyeberang dan bruk…..tuh orang jatuh keserempet mobil gw dan gw baru sadar setelah suara bruk terdengar karena kejadian itu begitu cepat terjadi. Gw turun dari mobil dan segera melihat orang yang gw tabrak, eh ternyata seorang cewek meringis-ringis, lututnya berdarah dan tangannya lecet. Kontan orang-orang disekitar kejadian ngerubutinmobil gw, termasuk gw dan tuh cewek.
Sebelum ada polisi datang, gw coba bertindak, menawarkan bantuan untuk membawanya ke rumah sakit. Intinya gw ajak tuh cewek menyelesaikan masalah ini secara damai. Gw bilang, semua biaya pengobatan bakal gw tanggung, dan tuh cw mengangguk. Sambil dibantu beberapa orang, gw angkat tuh cw ke mobil, dan gw langsung tancap ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit dan mendapatkan perawatan, gw nawarin tuh cewek nganter ke rumahnya. Dia-pun setuju. Rumahnya didaerah Dukuh Kupang.
Selama diperjalanan, kami berbincang dan berkenalan. Namanya Dewi, masih sekolah di salah satu SMK Negeri favorit, kelas 3. Diantara ceritanya tadi, gw sempet kaget dengan pengakuan Dewi, dia minta maaf sama gw, karena sebenarnya dia yang bersalah dalam kejadian kecelakaan tadi, Dewi dengan sengaja menyeberang saat mobil gw melintas, dia bilang pengen bunuh diri.
Wah, sialan nih cw……..mau bunuh diri nabrak mobil gw lagi………
Dewi cerita, kenapa dia sampe mau bunuh diri. Seminggu yang lalu dia menghilangkan motor temennya yang dia pinjam , dan sudah seminggu ini Dewi dikejar-kejar temennya buat minta ganti rugi dan sudah 4 hari ini Dewi bolos karena menghindar dari temennya yang terus-terusan menagih ganti rugi. Dewi bingung, mau dia ganti pake apa, karena ngga mungkin dia cerita sama ortu-nya apalagi minta uang. Lha dia sendiri minta motor sama ortunya aja sejak setahun lalu baru dikasih janji-janji melulu.Dewi sempet minta tolong gw buat bantu cari pemecahan masalahnya, dia bilang sanggup kerja apa aja sepulang sekolah buat mengganti motor temennya yang dia hilangkan. Tapi gw cuma melongo melihat wajah Dewi. Ternyata, nih cewek cakep juga, kulitnya bersih, wajahnya imut dan murah senyum meskipun agak meringis-meringis menahan sakit akibat gw tabrak tadi. Tiba-tiba muncul pikiran setan gw, gimana kalo gw embat aja nih cewek………………
Gw mulai banyak tanya ama Dewi, punya pacar atau ngga, latar belakang keluarganya, kegiatan dia sehari-hari. Tak terasa udah hampir sampe rumah Dewi. Kira-kira kurang lebih 500m dari rumahnya, gw menepi dan menghentikan mobil. Sejenak gw diam, lalu gw bilang ama Dewi kalo gw udah nemu pemecaran masalahnya. Dewi tampak senang, dengan suara penuh penasaran dia tanya, “Apa Om solusinya?”
Setelah terdiam sejenak gw bilang, “Tadi Dewi kan bilang mau kerja apa saja buat bayar motor temen Dewi yang hilang, gimana kalo Dewi kerja sama Om aja?”
“Kerja apa Om? Berapa bayarannya?”, tanya Dewi antusias
“Bukan kerja sih, tapi ……..”, omongan gw terhenti.
“Kalo bukan kerja, apa dong Om?’, tanya Dewi gak sabar
“Ngga deh, paling-paling Dewi ngga mau”, jawab gw (tiba-tiba aja gw jadi ragu dan berniat mengurungkan niat setan gw)
“Ah Om gitu, tadi katanya punya solusi, sekarang gak jadi, gimana sih Om ini?”‘ suara Dewi setengah sewot.
Saat itu, kembali pikiran gw jadi kotor dan mata gw juga jadi nakal, memjelajah bagian-nagian tubuh Dewi yang saat itu pakai kaos ketat dan rok mini. Tapi buru-buru gw alihkan pandangan sebelum Dewi menyadarinya.
“Ah, bodohnya gw kalo sampe gw tidak sempat mencicipi tubuhnya……”, pikiran kotorku berbisik
“Ayo Om, apa solusinya”. tanya Dewi lagi.
“OK deh, gini lho Dew, gw sanggup deh bantu Dewi ganti motor temen Dewi yang hilang, asalkan Dewi mau bantu Om”‘ kata gw
“Bantu apa Om?”, tanya Dewi
“Temenin Om semalam aja” jawab gw
“Maksud Om apa?”, tanya Dewi
“Ah, masak Dewi ngga ngert maksud Om”, jawab gw
Agak lama Dewi terdiam, dia menunduk, ngga ada jawaban dari Dewi. Setelah 10 menit ngga ada jawaban, akhirnya gw angkat bicara, “Ok deh, lupain aja, Om cuma bercanda kok”
“Om, bener tadi itu cuma bercanda?”, tanya Dewi
“Iya…”, jawab gw pendek
“Om, kalo Om tadi serius, Dewi mau kok, asal Om janji ganti motor temen Dewi yang Dewi ilangin”, Kata Dewi
Sesaat gw kaget campur girang, “Ah, ntar Dewi nyesel”, kata gw
“Sebenernya Dewi ngga mau Om, tapi apa boleh buat, Dewi takut ancaman temen Dewi yang bakal lapor ke polisi” katanya
“Jadi, ngga ada jalan lain, Dewi harus ganti tuh motor dan Om mau bantu Dewi”, lanjutnya
“Bener gak nyesel?”, tanya gw sekali lagi untuk memastikan
“Bener Om”, katanya
“Tapi kamu masih perawan kan?”, tanya gw lagi
“Om bisa buktikan sendiri aja nanti, Dewi masih perawan apa udah ngga”, kata Dewi
“OK, deh kalo gitu sekarang Dewi ikut Om ya”, kata gw
“Terserah Om aja deh, asal Om janji gantiin motor yang ilang itu lho”, katanya lagi
Mobil segera gw pacu menuju salah satu hotel bintang di Surabaya, langganan gw kalo lagi entertain klien atau BO buat gw sendiri. Begitu sampe di area depan pintu lobby, ada petugas parking vallet yang menghampiri dan menyapa, “Selamat malam Pak Garin”
“Malam”, jawab gw pendek, sambil mengajak Dewi menuju lobby. Disana ada salah satu FO yang udah gw kenal, Imam namanya. “Malam Pak Garin”, kata Iman menyapa dengan ramah
“Malam Mas Imam”, kata gw
Sementara gw booking kamar, Dewi menunggu di salah satu kursi dilobby hotel.
“Perlu berapa kamar Pak?”, tanya Imam
“Satu, yang biasanya ya Mas”, kata gw lagi
“Baik Pak, silahkan tuggu sebentar, kamar segera kami siapkan”, kata Imam
Kemudian gw menghampiri Dewi, duduk bersebelahan dengan Dewi, sambil menanyakan lukanya, “Gimana masih sakit kakinya?”, tanya gw
“Udah agak mendingan Om”, jawabnya pendek
“Syukurlah kalo gitu, tangannya gimana?”, tanya gw lagi
“Gak apa-apa Om, kan cuma lecet aja”, kata Dewi
Tidak lama kemudian, Imam mendatangi kami, “Maaf Pak, kamar sudah siap”‘ kata Imam
“OK, terima kasih Mas Imam”, jawab gw pendek
Segera kami berdua menuju lift dan gw pencet lantai 3, tempat kamar yang gw pesen. Dewi kelihatan agak gugup dan berusaha meraih tangan gw, rupanya dia minta digandeng.
Begitu sampai didepan kamar, petugas cleaning service baru akan meninggalkan kamar, kami berpapasan dan saat itu kunci kamar diserahkan cleaning service ke gw
Sampai didalam, gw ngomong sama Dewi kalo gw mau mandi dulu, tapi Dewi mau pinjam HP gw, katanya mau telpon ortunya buat minta ijin tidur dirumah tantenya (sudah menjadi kebiasaan Dewi, untuk tidur dirumah tantenya kalau lagi males pulang, jadi ortunya gak bakalan curiga, begitu kata Dewi). Setelah Dewi nelpon ortunya, gw baru ingat kalo gw juga harus cari alasan buat gak pulang ke rumah. Saat gw berpikir keras cari alasan yang tepat, telepon dari bini gw masuk ke HP gw. Buru-buru gw angkat, “Ada apa Yang?”
“Anu Mas, kayaknya kau gak pulang malam ini, tante Dian minta aku buat nungguin dia malam ini”, katanya
Setengah terpekik kegirangan aku menjawab, “Ah, gak apa-apa kok, ntar kalo aku gak males aku susul kamu ke rumah sakit deh”
Wah, kesempatan nih, orang lagi bingung cari alasan, eh…..bini ternyata gak pulang, aman dah gw.
Sebelum mandi, gw sempat telepon room service buat pesen makan malam buat gw ama Dewi, setelah pesanan datang, gw bilang ama Dewi kalo laper makan aja duluan, karena gw mau mandi duluan.
Setelah mandi, gw liat piring makanan Dewi udah habis dan Dewi lihat acara TV sambil duduk di kursi disudut kamar hotel. Sedang asik makan, giliran Dewi pamit ke kamar mandi, mau mandi katanya.
15 menit berlalu, saat gw udah selesai ama makan gw dan gw coba nonton TV sambil tiduran di tempat tidur. Dewi belum juga keluar dari kamar mandi……………..
Karena khawatir bakal terjadi yang ngga-ngga ama Dewi (jangan-jangan nih cewek myoba bunuh diri, kan bisa gawat nih), gw coba ketok kamar mandi sambil panggil namanya, “Dew, Dewi, kamu ngga masih lama?”
“Om, Dewi ngga mau keluar”‘ katanya
“Lho, kenapa Dew?”, tanya gw
“Dewi malu, ngga punya baju bersih, baju yang tadi kan kotor, ada bekas darah dan tanah bekas Dewi jatuh”, jawabnya
“Sudahlah Dew, kan ada handuk besar tuh, pake aja” “Atau disitu kan ada baju mandi, kan bisa Dewi pake”, jawab gw
“Iya deh Om”, jawab Dewi
Beberapa saat kemudian Dewi keluar dengan memakai handuk besar, dia keluar sambil berjalan malu-malu.
“Nah, kan udah tuh, ngga kelihatan kok, ngapain malu”, kata gw
Dewi cuma tersenyum. “Lho, handuknya habis kamu pake ya, kan basah, kok pake handuk basah sih buat nutupin badan, ntar masuk angin lho”, kata gw
Kemudian gw menuju kamar mandi mengambil baju mandi yang tergantung dilemari hotel. “Nih, pake ini aja”, kata gw sambil nyerahin baju mandi itu ke Dewi. Dewi menerimanya dan bergegas menuju kamar mandi.
Rupanya kamar mandinya ngga ditutup rapat ama Dewi, pikiran jahat gw mulai berperan, “ngintip ah……..”, hati gw berbisik
Sambil berjalan pelan-pelan, gw mendekati pintu kamar mandi dan waw………..sebuah pemandangan yang sangat membangkitkan nafsu kelaki-lakian gw terlihat jelas. Tanpa sehelai benangpun, tubuh Dewi yang bagitu ranum dan segar tampak menggoda didepan gw. Dia tengah mengenakan baju mandi yang gw kasih tadi. Buru-buru gw kembali ke tempat tidur, takut kalo Dewi mergokin gw. Ngga lama kemudian Dewi keluar dan duduk ditepi tempat tidur sambil menikmati lagu-lagu di MTV. Dengan posisi membelakangi gw, pemandagan tubuh Dewi bisa gw nikmati dengan lebih leluasa, beberapa saat gw cuma terdiam menikmati pemandangan indah didepan gw sambil membayangkan enaknya makan perawannya Dewi, hal yang sudah 5 tahun ngga gw lakukan, terakhir gw makan perawan, ya perawan mantan pacar gw yang sekarang sudah jadi bini gw dan lagi sibuk nungguin tante Diana dihari ulang tahun pernikahan kami. Dalam hati gw berpikir, wah tepat 5 tahun yang lalu gw ngerasain enaknya perawan, dan malam ini gw kembali ngerasain enaknya perawan, mungkin ini kado ultah yang diberikan bini gw, hi……..hi……..hi…….
Mungkin lama-lama Dewi ngerasa juga kalo gw merhatiin dia dari tadi, lantas dia membalikkan badannya dan bertanya “Om, dari tadi kok diam, ada apa?”, tanya Dewi
“Ah, ngga, kan sama kayak Dewi, liat klip musik di MTV”‘ kata gw
Tapi Dewi mungkin tau, dia cuma tersenyum malu. Rasanya gw udah gak tahan lama-lama nganggurin tubuh Dewi, langsung dari belakang gw sergap tubuhnya, gw peluk dan gw ciumi bertubi-tubi
(Saat itu gw ingat, wah kalo bisa diabadikan dan dibagi di [DS] Forum, kan asik juga)
Maka gw berhenti dan coba minta kesediaan Dewi buat gw abadikan momen yang penuh mupeng ini buat koleksi gw pribadi dan dia mengangguk. “Asal Om bener-bener bantu Dewi gantiin motor yang hilang itu ya Om”, katanya
“Iya, pasti gw ganti, Om gak lupa dan gak bakalan boong kok”, kata gw
Segera gw ambil kamera gw, yang memang selalu bersama gw (hobby gw fotografi sih, jadi kamera merupakan hal wajib yang selalu gw bawa kemana gw pergi)
Setelah siap, langsung gw lanjutin kegiatan gw yang terhenti tadi………menikmati tubuh Dewi. Gw buka baju mandi yang Dewi pake, dan bener-bener merangsang Dewi, toked-nya bulet menggantung dengan puting yang lumayan panjang dan lingkaran coklat yang lebar……….jantung gw berdetak keras dan nafsu gw mulai naik.
Gw ajak Dewi ketengah tempat tidur, dan gw rebahin tubuhnya yang udah telanjang bulat itu, gw mulai menciumi Dewi, seluruh tubuhnya tak satu senti-pun luput dari bibir dan lidah gw, dia mulai terangsang……….
Sampai di depan tokednya, gw lumat abis tokednya yang kanan sambil gw remas toked yang kiri. Terdengar suara lirih mengerang, “Oooo………oooommmm, aaaaaa……..hhhhhh, eeee…….hhhhhhh, eeee……mmmmmmmm, Oooo……..oooooommmmm, iya………aaaahhh…..”
Gw makin bernafsu mendengar suara rintihan Dewi, sekarang tangan gw mulai turun ke MQ-nya, sambil terus gw emut dan sedot toked dan putingnya kanan kiri bergantian. Gw rada terkejut ketika tangan gw sampe di MQ-nya, bulunya barusan dicukur, terasa ada rambut-rambut halus bekas cukuran yang mau tumbuh di MQ-nya. Mulai gw remas-remas bagian sekitar MQ-nya, kembali suara itu terdengar, “Aaaaaahhhhh………..eeehhhhhhh………..ii ihhh hhh……..Oooo…..oooommmm, Dewi geli dan enak Om, Dewi gak kuat, Dewi…….aaaaahhhhhh………”
Setelah terasa cukup basah MQ-nya gw mulai ambil posisi buat memasukkan batang kenikmatan gw ke MQ Dewi, setelah gw buka lebar-lebar kakinya, sebelum gw tusukkan batang kenikmatan gw, hidung gw mencium bau cairan MQ Dewi yang bener-bener khas dan bikin makin konak. Segera wajah gw , gw arahin ke MQ-nya, mulai gw ciumin dan jilat MQ Dewi yang terus mengeluarkan cairan wanitanya, suaranya ngga pernah berhenti mengerang, kakinya makin menegang membuka lebar ke samping dan matanya hanya bisa terpejam menikmati lidah gw yang liar menjilat MQ-nya
Setelah puas dengan lidah gw, kembali gw ambil posisi buat memasukkan batang kenikmatan gw ke lubang kenikmatan ewi yang bener-bener basah. Saat kepala dari batang gw menyentuh bibir MQ-nya, Dewi menggigit lidahnya sambil tetap terpejam, dan saat kepala dari batang gw masuk semua, suara Dewi agak memekik, “Oooo….ooooommm, sakit” sejenak gw berhenti dan menarik sedikit batang gw dari MQ Dewi, gw main-mainin batang gw dibibir MQ Dewi, setelah Dewi kelihatan agak rileks, gw mulai mencoba memasukkan batang gw kembali ke MQ-nya, “Aaaaa….aaahhhhh, Oooo…..ooommm Dewi udah gak tahan ooo…ooommm, sakit ooo…oommm tapi Dewi pengen”
“Dew, tahan sedikit ya, ntar kalo udah masuk semua ngga sakit kok” kata gw menenangkan, “Iya Om, lagi Om…..Dewi mau lagi……”kata Dewi
Mendengar kata-kata itu, kesabaran gw tuk berpelan-pelan habis, gw bener-bener dikuasai nafsu, gw langsung masukkan batang kenikmatan gw sepenuhnya dan aaaa….aaahhhhh, suara Dewi agak keras dan panjang. setelah masuk, gw langsung mulai memompa MQ Dewi, mulai dari gerakan palan sampai akhirnya cepat dan memburu. Dewi nampak mencengkeran seprei, matanya terpejam, kepalanya agak mendongan kearah sandaran tempat tidur, sementara kakinya makin terbuka lebar dan terangkat ke udara. Pelan-pelan Dewi mulai mengimbangi dan merespon gerakan memompa gw. Pinggulnya yang ramping dan singset bergerak kiri kanan dan suara erangannya mulai keras dan tak beraturan. Nafasnya memburu seperti juga nafas gw yang memburu, mengejar kenikmatan yang ditawarkan MQ Dewi yang memang bener masih perawan.
(Eh, nggak kerasa, kamera gw udah gw taruh sejak tadi, pikiran gw ngga bisa lagi foku buat mengabadikan adegan kami)
Lima menit berlalu, suara erangan Dewi ngga pernah putus, uh…….ah……..iya om………enaaakkkkk……….iya om………….terusin om……….lagi………..ah………sampai akhirnya Dewi setengah menjerit. Kelihatannya Dewi mencapai orgasmenya yang pertama, air matanya keluar, gw sempet kaget, tapi Dewi rupanya tau, dia bilang “Om, Dewi keluar air mata bukan sedih, tapi ngga tahan ngerasain enaknya goyangan om…….om nakal”
Gw makin liar, nafsu gw bener-bener menjadi-jadi, hampir setengah jam Dewi gw pompa, erangannya makin menjadi-jadi, karena malu gw coba masukkan jari gw kemulutnya, eh…….rupanya Dewi memang keenakan, sampe-sampe ngga sadar menggigit jari gw lumayan keras. “Aduh, jangan keras-keras gigitnya Dew”, kata gw. Dewi tersenyum, mukanya memerah malu. Beberapa saat kemudian gw ngerasain bakal muncrat, (karena gw gak pake kondom) buru-buru gw tarik batang gw dari MQ Dewi dan gw tumpahin sperma gw di tempat tidur. Setelah itu, kami berpelukan dan tidur sampe pagi….
Pagi jam 6:00, HP gw berbunyi, rupanya bini gw telepon. Tapi gak keburu diangkat udah mati duluan. Gw tunggu beberapa saat, bini gak telepon lagi. Rupanya Dewi juga terbangun dengan suara HP gw. Saat dia mau turun dari tempat tidur, gw tanya, “Mau kemana Dew?”
“Mandi Om”, jawabnya
Tapi rupanya nafsu gw kembali bangkit dan menggelegak ketika gw melihat tubuh Dewi yang bugil dan singset itu, langsung gw tarik tangannya kembali ketempat tidur dan gw lahap bibirnya, kembali Dewi mengerang…….”aaahhhhhh ooooo..oommmm, nakal deh”, kata Dewi. Pelanpelan gw arahkan tangannya ke arah MQ-nya dan menuntun dia untuk ngobel MQ-nya sendiri. Awalnya agak kaku, tapi itu gak berlangsung lama. Jarinya langsung mencari titik-titik kenikmatan di MQ-nya, gw juga mulai terangsang
Akhirnya, gw-pun mulai beraksi menggerayangi toked dan MQ Dewi, setelah beberapa saat, gw bermaksud mengambil posisi diatas Dewi, tapi tiba-tiba Dewi berdiri diatas tempat tidur, sambil ngomong, “Om, Dewi mau coba diatas”
Setengah kaget gw langsung kembali rebah ditempat tidur dan setelah itu Dewi langsung ngangkang diatas tubuh gw, sambil memegang batang kenikmatan gw dan mengarahkan ke MQ-nya Dewi perlahan menurunkan pantat-nya dan duduk diatas gw, blessss…….batang gw ambles dalam hangatnya MQ Dewi, jepitannya terasa menggigit belum lagi hangat dan sempitynya lubang MQ Dewi yang bener-bener nikmat.
Belum lagi pemandangan toked Dewi yang montok dan kenceng serta putingnya yang mengeras dan panjang begitu merangsang dan bikin horni gw. Dewi mulai goyang, goyangan cewek yang perawannya barusan gw makan semalam, goyangan cewek yang mulai ketagihan enaknya batang kenikmatan laki-laki. Wuih………liar banget goyangannya. Gw muali merem melek dibuatnya, ah……lagi Dew, enak Dew……..suara dari mulut gw membalas erangan Dewi yang ngga pernah berhenti bilang oooo……oooomm pen** om enak banget…….Dewi ngga kuat ooo…….oooooommm, Dewi mau gini terus oooo…..oooommmm, ayo ooooo……oooooommmmm, lagi………aaaahhhhh……iya………aaaahhhhhh …….
Setelah beberapa saat, kembali Dewi mengeluarkan suara keenakannya, tapi kali ini agak keras, “aaaaaaahhhhhhhhh……………oooooo….oooo oooo mmmmmm, eeeeennnnnnn……aaaaaakkkkkkkk………aaaaaahhh hhh…….” Rupanya Dewi orgasme lagi pagi ini.
Gak lama kemudian gw juga klimaks dan kembali sperma gw tumpah disprei.
Setelah istirahat beberapa saat, kami mandi bareng dan check-out. Sebelum nganter Dewi ke rumahnya, kami mampir ke ATM buat transfer uang ke rekening Dewi seperti janji gw mengganti motor temen Dewi yang dia ilangin. Setelah sampai di deoan gang rumahnya, Dewi gw turunin, lalu gw langsung pulang.
Sampai dirumah gw langsung mandi lagi dan rupanya bini gw juga belum pulang. “Aman dah”, kata gw dalam hati.
Ternyata dihari ulang tahun pernikahan gw yang ke-5 ini, gw dapet merasakan lagi sensasi tubuh dan MQ perawan yang bener-bener legit dan tak terlupakan.
Terima kasih Dewi, telah kau persembahkan perawanmu padaku dihari spesial kami

Bokep Terbaru ABG Jakarta Disini
readmore »»